SEMINAR KEMINANGKABAUAN UNTUK GURU-GURU SMAN 1 SUMATERA BARAT

Kategori: Kegiatan Kurikulum, dipublish pada 11 Oktober 2022 Bagikan

Orang Minang mengetahui dan hafal istilah "adat nan tak lapuak dek hujan, tak lakang dek paneh". Budayawan Minangkabau Yus Datuak Parpatiah menerangkan bahwa adat Minang akan hidup dan terus berproses dan menghadapi berbagai perubahannya. “Jadi adat Minangkabau nan tak lakang dek paneh, nan tak lapuk dek hujan adalah kalau adat itu sendiri dipakai dan diamalkan oleh masyarakat Minangkabau,” katanya. "Tapi kalau tidak dipakai maka adat itu akan lapuak dek hujan dan lakang dek paneh".

Karena itulah SMAN 1 Sumatera Barat menyambut baik dan antusias edaran provinsi untuk mengajarkan pelajaran keminangkabauan. Maka pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2022 diundanglah narasumber seorang akademisi dan juga pengkaji kebudayaan Irwan Malin Basa dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Irwan Malin Basa juga seorang Tenaga Ahli Cagar Budaya di kabupaten Tanah Datar yang sudah banyak melakukan kajian kebudayaan serta menulis buku, jurnal dan penelitian tentang kebudayaan Minangkabau. Beliau memberikan pembekalan kepada seluruh guru sebagai persiapan untuk mengajarkan muatan lokal keminangkabauan.

Kegiatan ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan setidaknya bisa menambah wawasan guru-guru tentang adat minangkabau sebagai bekal untuk mengajarkan muatan lokal keminangkabauan ini.

KONTRIBUTOR

Indra Sari Chaniago

Seorang guru yang menyenangi bahasa, terutama bahasa matematika dan bahasa pemrograman.

BERITA TERBARU

Wisuda Tahfidz dan Perpisahan Kelas 12


SMAN 1 Sumatera Barat mengadakan camp tahfiz di Masjid Manarul Ilmi Padang Panjang


Penerimaan Peserta Didik Baru 2024


Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) 2023


Sabrian Maulana Akbar Mengikuti Indonesia Student Leadership Camp XII 2023